freya azaria

She's was the life itself, wild and free. Wonderfully chaotic. A perfectly put together mess. ❝The Better Project Man

generalinformation
Full nameFreya Azaria
NicknameFreya
Date of BirthJakarta, 13 June 1998
GenderFemale
Sexual OrientationHeterosexual
Height165cm
Weight45kg
NationalityIndonesian

Face Claim

Park Chaeyoung also known as BLACKPINK's Rose.

Physical Traits

Freya memiliki wajah oval dengan dagu runcing dan garis rahang yang halus. Mata cokelatnnya nan kecil berjarak terpisah dengan harmonis, berada di bawah alis lurusnya yang terlihat begitu sempurna bersama hidung mancung miliknya. Freya memiliki bibir mungil yang berwarna merah jambu; membuatnya seakan-akan sudah memoles bibirnya dengan lipstik.

Personality

"Jangan sedih gitu, mending liat sulap gue aja," katanya seraya bangkit dari kursi dan mulai menunjukkan sulap konyol di hadapan teman dekatnya.

Freya merupakan seorang ESFP atau singkatnya seorang ekstrovet. Ia senang sekali berbaur dan menghibur orang lain, tapi menjadi seorang ekstrovert tidak menutup kemungkinan kalau Freya jarang menyendiri, ada kalanya di mana ia harus sendiri dan bermain dengan orang lain.

Background Story

"Kalau bisa putar waktu, Freya mau balik ke umur 10 tahun, Bun," kataku ke bunda. "Kenapa?" tanya bunda. "Kangen ayah," jawabku disertai tawa kecil. Bunda diam—menarik napas panjang. Ia mengelus kepalaku yang berada di pangkuannya seraya tersenyum simpul, "Bunda juga kangen ayah, kita doain yang terbaik aja buat ayah di sana ya." "Bun, Freya rasanya belum puas main-main sama ayah. Masih mau bareng ayah," ucapku lalu bangkit dari pangkuan bunda—menatap bunda lekat-lekat. Bunda senyum, tapi terlihat kesedihan yang mendalam di wajah bunda. "Freya harus belajar ikhlas. Kita semua sayang ayah, tapi Tuhan lebih sayang ayah," jelas bunda. Aku mengangguk paham kemudian memeluk bunda erat-erat dan menangis di pelukan beliau—bunda tidak menangis, walaupun aku tahu daritadi bunda sedang menahan tangisnya. Terus-menerus bundaku menenangkan anaknya yang cengeng ini; menepuk-nepuk pundakku sambil berkata, "Semuanya bakal baik-baik aja, kamu kan anak yang hebat." — Jakarta, 20 Juli 2016

3rd Point of View
Semenjak pembicaraan mengenai ayah bersama sang bunda dua tahun lalu, Freya perlahan-lahan mulai bisa mengikhlaskan kepergian sang ayah. Walaupun terkadang ia masih suka merindukan beliau, namun setiap kali merindukan ayahnya Freya akan mendoakan sang ayah agar merasa tenang berada di sisi-NYA. Kini usia Freya sudah memasuki usia dewasa awal, namun terkadang masih saja ia seperti kenakan-kanakan karena sering dimanjakan oleh sang bunda—maklum sajalah Freya merupakan anak tunggal, jadi wajar-wajar saja kalau ia masih sering dimanja. Walaupun demikian, Freya selalu berusaha untuk tidak selalu bergantung kepada sang bunda, sejak Freya menginjak umur 18 tahun ia sudah mulai bekerja paruh waktu sana sini—bukan, bukan karena bunda tidak sanggup membiayainya, ia hanya ingin menjadi pribadi yang mandiri dan tidak bergantung pada orang lain terus-menerus.

1st Point of View
Bunda adalah role model sekaligus teman curhatku. Beliau sangat penyayang, kuat, penyabar, ah sulit sekali mendeskripsikan sifat bunda, tapi yang aku tahu menjadi seperti itu tidak mudah. Seringkali bunda memendam sesuatu itulah yang aku tidak suka dari bunda—maksudku ada aku di sini yang akan selalu mendengarkan kisahnya. Pernah aku mendapati bunda sedang menangis saat beliau telah usai melaksanakan shalatnya. Saat itu masih dini hari, entah kenapa aku terbangun dan berniat melanjutkan tidurku di kamar bunda. Saat aku hendak masuk ke kamar bunda dan saat itu pula aku mendengar isak tangis beliau. Aku pun langsung menghampiri bunda dan menenangkannya. Ketika aku tanya kenapa, bunda menjawab bahwa ia sedang merindukan ayah. Menurutku menahan rindu itu bukanlah perihal yang mudah, sudah berapa banyak rindu yang ditahan oleh bunda sehingga harus meluapkannya lewat tangisan dan bukan melalui sebuah pertemuan.
Bunda juga sangat berjasa untukku, rasanya aku ini belum bisa membalas semua jasa-jasa bunda. Dan perlu kalian tahu, walaupun belum bisa membalas segala pengorbanan bunda setidaknya jangan membuat bunda sedih karena ulahmu; itulah yang aku lakukan saat ini—tidak membuat bunda sedih karena segala sesuatu yang aku perbuat.

Maaf karena belum bisa menceritakan tentang ayahku, aku masih belum bisa bercerita banyak mengenai beliau karena seringkali aku masih merasa kesulitan untuk merelakan kepergiannya. Ya, aku tahu itu sudah terjadi lama sekali saat aku berusia 13 tahun dan sekarang usiaku sudah 20 tahun. Berarti sudah sekitar 7 tahun dan terkadang aku masih merasa kesulitan untuk menerima kenyataan ini. Tapi sekarang aku sudah mulai bisa menerima kenyataan dan tidak merasa sedih lagi, banyak hal yang berubah selama 7 tahun terakhir; tidak hanya tubuhku yang semakin meninggi, tapi juga pemikiranku. Sekarang aku sudah memasuki semester 5 di jurusan Hubungan Internasional di salah satu Universitas di Indonesia—sengaja tidak disebutkan karena tidak mau riya. He he he.

Trivia

Freya merupakan seorang left handedFreya sangat menyukai kejuFreya tidak suka menungguFreya sangat membenci hewan reptilKalau bisa memutar waktu, Freya memilih untuk kembali ke masa kecilnyaFreya menyukai semua makanan, selama itu terasa enak dilidahnyaFreya tidak suka jus apel